3 Cara Menghitung Nilai Pangkat di Excel

1. Menggunakan Operator ^

Gunakan bilangan pokok diikuti operator ^ dan angka pangkat.

Contoh Penggunaan pada Excel:
  • =4^2
  • =5^3

2. Menggunakan Fungsi POWER

Gunakan fungsi POWER dengan syntax sebagai berikut:

=POWER(bilangan pokok, bilangan pangkat)

Contoh Penggunaan pada Excel:
  • =POWER(4, 2)
  • =POWER(5,3)

3. Menggunakan Fungsi Logaritma Alami

Gunakan fungsi logaritma alami dengan syntax sebagai berikut:

=EXP(bilangan pangkat * LN(bilangan pokok)

Contoh Penggunaan pada Excel:
  • =EXP(2 * LN(4))
  • =EXP(3 * LN(5))


Baca Selanjutnya..

Cara Mengambil Nilai Acak pada VBA Excel

http://excellxlsx.blogspot.com/

Belajar Excel - Nilai acak sering kita gunakan sebagai simulasi atau menghasilkan data contoh. Pada VBA, fungsi untuk menghasilkan nilai acak adalah RND().

Pemanggilan fungsi RND akan menghasilkan nilai pecahan dari 0 s/d 1, misalkan nilai 0.96 atau 0.056.

Selain itu, fungsi ini dapat menerima satu parameter bertipe nilai numerik dengan syntax sebagai berikut.

RND(PARAMETER_ANGKA)

Dimana PARAMETER_ANGKA dapat memiliki nilai sebagai berikut.
  • nilai di bawah nol  ( <0 ), akan menghasilkan nilai acak pertama kali saja. Setelah itu nilainya tidak akan berubah-ubah. 
  • nilai di atas nol  ( >0 ), akan menghasilkan nilai acak berikutnya.
  • nilai nol  ( 0 ), akan menghasilkan nilai yang sama dengan nilai acak terakhir yang dihasilkan.
Semua nilai parameter di atas akan tetap menghasilkan nilai acak pecahan dari 0 s/d 1.

Jika Anda ingin mengambil rentang nilai diantara 0 s/d 100 maka dapat menggunakan kode berikut:

RND() * 100

Dan jika Anda ingin mengambil rentang nilai yang memiliki nilai negatif, misalkan diantara -50 s/d 50 maka dapat menggunakan kode berikut:

RND() * 100 - 50

Berikut adalah contoh code VBA pada satu worksheet yang memiliki 3 button dan telah diassign macro masing-masing button1_click, button2_click dan button3_click untuk mensimulasikan penggunaan berbagai variasi fungsi RND.
Sub Button1_Click()
    Sheet1.Range("A1") = "Rnd()"
    Sheet1.Range("B1") = "Rnd(0)"
    Sheet1.Range("C1") = ""
    Sheet1.Range("D1") = "Rnd(5)"
    Sheet1.Range("A2") = Rnd()
    Sheet1.Range("B2") = Rnd(0)
    Sheet1.Range("C2") = ""
    Sheet1.Range("D2") = Rnd(5)
End Sub

Sub Button2_Click()
    Sheet1.Range("A1") = "Rnd()"
    Sheet1.Range("B1") = "Rnd(0)"
    Sheet1.Range("C1") = "Rnd(-5)"
    Sheet1.Range("D1") = "Rnd(5)"
    Sheet1.Range("A2") = Rnd()
    Sheet1.Range("B2") = Rnd(0)
    Sheet1.Range("C2") = Rnd(-5)
    Sheet1.Range("D2") = Rnd(5)
End Sub

Sub Button3_Click()
    Sheet1.Range("A1") = "0.00 s/d 100.00"
    Sheet1.Range("B1") = "0 s/d 100"
    Sheet1.Range("C1") = "-50 s/d 50"
    Sheet1.Range("D1") = ""
    Sheet1.Range("A2") = Rnd() * 100
    Sheet1.Range("B2") = CInt(Rnd() * 100)
    Sheet1.Range("C2") = CInt(Rnd() * 100 - 50)
    Sheet1.Range("D2") = ""
End Sub


Baca Selanjutnya..

Membuat List dengan Data Validation

Data Validation adalah kumpulan fitur pada Excel yang berguna untuk membatasi data yang diperbolehkan pada saat entri data. Salah satu fitur yang sangat disukai adalah dengan data validation kita dapat membuat daftar nilai yang tinggal dipilih dengan tampilan combo box, seperti terlihat pada gambar screenshot berikut.

http://excellxlsx.blogspot.com/

Untuk membuat list atau daftar pilihan seperti itu, lakukan langkah-langkah berikut:
  1. Jalankan aplikasi Microsoft Excel 2007.
  2. Buat data seperti pada gambar di atas
  3. Pilih range cell pada alamat E2:E7.
  4. Klik tab Data, dan pilih Data Validation.
  5. Pada dialog Data Validation, masukkan opsi berikut dan setelah itu klik tombol OK.
    1. Pada pilihan Allow, masukkan List.
    2. Pada kotak Source, masukkan range A2:A7.
  6. Tempatkan cursor pada cell E2. Terlihat pada cell adanya tambahan panah bawah, dan jika Anda klik panah tersebut akan muncul pilihan nilai yang berasal dari cell A2:A7.
  7. Selesai.
Untuk screenshot langkah-langkah pengerjaan di atas, silahkan lihat slide berikut. Semoga bermanfaat!
Baca Selanjutnya..

Statistik dan Dunia Medis


Pernahkah Anda bayangkan bahwa pengolahan data dengan statistik akan bisa menyelamatkan ribuan bahkan jutaan nyawa manusia?

Mari saya coba jawab pertanyaan tersebut dengan cerita berikut ini.

Suatu ketika dunia diserang oleh sebuah virus X yang cenderung mematikan dan belum ada obatnya. Jika dibiarkan, ancaman virus ini akan menghilangkan banyak populasi di dunia terutama usia produktif. Kondisi ini pernah terjadi sebelumnya dimana 50 juta terbunuh karena penyakit flu Spanyol.

Para dokter, ilmuwan, ahli virus, dan perusahan farmasi berlomba dengan waktu untuk menemukan obatnya. Akhirnya ditemukan satu obat baru dan dilakukan uji klinis atau clinical trials kepada dua kelompok penderita virus ini:
  1. Seratus penderita pada kelompok pertama diobati dengan obat virus yang sudah dikenal sebelumnya
  2. Seratus penderita pada kelompok kedua diobati dengan obat baru.
Proses clinical trials ini memakan waktu yang sangat lama sebenarnya, namun karena urgensi masalah hasilnya coba diambil setelah 6 bulan. Kelompok pertama mengalami kematian sebanyak 43 orang dan kelompok kedua mengalami kematian 11 orang.

Jika Anda menjadi pemegang keputusan untuk meloloskan obat ini, apakah yang Anda lakukan? Apakah obat baru ini memang bisa dikatakan berhasil atau hanya kebetulan belaka? 

Banyak pertanyaan lain yang muncul di benak Anda... Apakah obat baru ini juga mengakibatkan efek samping lain seperti keracunan obat? Apakah kelompok kedua memang ada karakteristik lain sebelum diberikan obat? Apakah memang hasilnya memang berbeda jauh secara signifikan sehingga tidak perlu lagi melakukan clinical trial

Anda memutuskan untuk mendapatkan masukan dari ahli statistik, dan ternyata secara statistik hasilnya memang berbeda secara signifikan. Berdasarkan hasil ini Anda mengeluarkan perintah untuk memproduksi obat ini secara besar-besaran dan akhirnya terbukti menyelamatkan banyak nyawa manusia dalam waktu cukup singkat. 

Terbayangkan ya sekarang peran statistik dalam pengambilan keputusan yang urgen seperti kasus di atas? 

Oleh sebab itulah maka saat ini kebutuhan akan profesi baru yang terkait dengan statistik seperti data scientist mengalami peningkatan sangat tinggi di LinkedIn.

Sebagai pengguna Excel yang sehari-hari berkutat dengan data, tentunya kesempatan Anda untuk menjadi seorang data scentist sangat besar. 

Jadi... apakah Anda memutuskan untuk mengambil kesempatan tersebut dengan meningkatkan kemampuan statistik Anda? 

Sumber gambar: Wikipedia 
Keterangan gambar: Korban pandemi flu di Spanyol. Flu ini membunuh 50 juta orang di seluruh dunia.
Baca Selanjutnya..

Menggunakan Pengurangan dengan Autosum

Autosum adalah fasilitas pada Excel yang digunakan untuk penjumlah sejumlah range cell yang dideteksi secara otomatis. Dengan kata lain AutoSum adalah shortcut untuk menggunakan fungsi SUM. Keuntungannya adalah waktu pengerjaan yang diperlukan lebih sedikit apalagi dengan jumlah data sangat panjang.


Nah, di komunitas Excel Indonesia User Group ada beberapa pertanyaan bagaimana mengurangi data di AutoSum.  Ini bisa dilakukan adalah menambahkan tanda + (plus) atau - (minus) di depan angka yang ingin kita hitung. Untuk tanda plus biasanya tidak usah ditulis.

Contoh: Untuk menghitung stok, maka kita gunakan standarisasi bahwa barang masuk akan menggunakan plus, dan barang keluar dengan tanda minus.

Untuk langkah-langkahnya Anda bisa melihat slide berikut. Semoga bermanfaat!
Baca Selanjutnya..

Powered by Blogger.